YESUS ANDALANKU

YESUS ANDALANKU

Ceramah siswa kelas 5-6 SD Kristen YSKI Semarang,

24 November 2010

 

Di dalam kehidupan ini, kita sering menemui anak yang mengandalkan diri sendiri dan anak yang mengandalkan TUHAN. Apa bedanya? Ayo, kita lihat satu per satu. Jangan lupa sambil diingat, kalian termasuk yang mengandalkan diri sendiri atau Tuhan.

 

CIRI-CIRI ANAK YANG MENGANDALKAN DIRI SENDIRI

Bagimana ciri-ciri anak yang sukanya mengandalkan diri sendiri?

1. Tidak benar dalam mencari prestasi.

Anak yang suka mengandalkan diri sendiri, selalu tidak percaya diri. Maka ia juga tidak percaya diri saat menghadapi masalah, PR, ulangan atau tugas-tugas yang lain.

Karena tidak PD, maka mereka mencari cara agar bisa meraih prestasi, tetapi dengan mudah. Misalnya dengan mencontek.

Apakah kalian suka mencontek? Itu tandanya, kalian tidak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri dan tidak mengandalkan TUHAN.

2. Suka mengeluh

Siapa yang suka mengeluh, karena banyak tugas, banyak PR, banyak ulangan atau karena gurunya galak?

Kalau kalian sukanya bersungut-sungut, maka itu artinya kalian mengandalkan diri sendiri atau orang lain, sehingga merasa tidak puas dan tidak nyaman.

APA AKIBATNYA JIKA MENGANDALKAN DIRI SENDIRI?

Yeremia mengatakan, orang yang sukanya mengandalkan diri sendiri akan terkutuk, seperti semak bulus di padang belantara dan tinggal di tanah angus di padang gurun.

Apa itu semaka bulus? Itu adalah semak yang sangat mengganggu tanaman Pak Tani. Maka semak itu bakal dibuang dan mudah sekali terbakar. Semak bulus adalah tanaman yang tidak berguna.

Apakah setiap anak yang mencontek langsung menjadi semak bulus? O,tidak. Mungkin sekarang kalian bisa ranking satu, juara ini dan itu, tapi kalau prestasi itu didapat dari mencontek, maka suatu saat prestasi itu akan lenyap bagai semak yang terbakar.

Lalu enakkah hidup di tanah angus, di padang gurun? Bayangkan saja, hidup di Semarang saja, hawanya sumuk (panas) dan sering tidak nyaman. Apalagi hidup di padang gurun. Artinya,kalian akan tidak nyaman jika prestasi yang kalian raih sekarang, bukan karena mengandalkan TUHAN. Lalu bagaimana cara mengandalkanTUHAN?

CIRI-CIRI ANAK YANG MENGANDALKAN TUHAN

Bagaiman anak yang mengandalkan TUHAN?

1. Percaya bahwa selalu TUHAN itu baik.

Apakah yang kita alami selalu baik? Belum tentu,kan?Seringkali kita merasa keluarga kita tidak sebaik yang kita bayangkan. Wajah kita tidak secakep yang kita mau. Prestasi kita tidak sebagus teman-teman yang lain.Wah, masih banyak hal yang di luar kemauan kita,bukan?

Tapi kita harus percaya bahwa rencana TUHAN selalu baik.

Coba kamu ambil kertas dan berikan kepada temanmu.

Biarkan dia menulis kebaikan-kebaikanmu. Apa yang kamu baca? Banyak yang tidak kamu duga,bukan? Itu artinya seringkali kita tidak menduga banyak kebaikan TUHAN yang diberikan kepada kita.

Ayo, kita menyanyikan lagu S’mua Baik, sambil melambaikan kertas kebaikan,ya?

2. Bersyukur

Jika kita sudah percaya bahwa TUHAN itu baik, maka sudah semestinya kita bersyukur dan rajin berdoa.

3. Fokus Pada TUHAN

Coba perhatikan gambar ini.

Kalian lihat terus salib yang di tengah lingkaran. Harus fokus lho ya? Coba ceritakan, apa yang kamu lihat?

Ya benar, saat kamu fokus, maka titik-titik ungunya makin lama makin hilang.

Itu artinya,kalau kita fokus pada TUHAN, semua hambatan kita akan menghilang.

Banyak PR, Guru galak, banyak tugas, banyak ulangan, semua akan mudah kamu hadapi jika kamu fokus mengandalkan TUHAN

4. Menggunakan potensi di jalur yang benar

Betul, kita harus mengandalkan TUHAN, dengan cara berdoa, percaya dan bersyukur. Tapi bukan berarti kita hanya berdoa melulu dan bim salabim, semua terwujud.

Kalian harus berusaha menggunakan potensimu untuk meraih prestasi dan kehidupan yang baik. Tidak bisa dengan doa melulu tapa usaha.

Segala sesuatu yang dengan ”melulu” tidak baik,lho. Boleh tidak kita main komputer?Boleh! Tapi kalau main komputer melulu? Tidak berguna dong. Kita berdoa boleh? O, jelas wajib. Tapi kalau berdoa melulu tanpa perbuatan? Tidak benar juga,bukan?

5. Tekun dan Rapi

Lho kok sepertiya tidak nyambung? Orang yang mengandalkan TUHAN adalah orang yang tekun dan rapi menyelesaikan tugas dan kewajibannya.

Bagaiman dengan kamu? Apakah kamarmu rapi? Kamu rajin dan tekun melakukan kewajibanmu? Bagaimana dengan mainan dan meja belajarmu. Siapa yang merapikan?

Ada kisah nyata tentang seorang maling. Saat ditanya polisi, mengapa ia mencuri di rumah nomor 3, dan bukan di rumah nomor 1 atau nomor 2, begini jawabannya.

”Sebelum mencuri, saya menyamar menjadi tukang pos dan menyelidiki semua rumah. Di rumah nomor 1, saya melihat rumahnya penuh dengan bunga yang tertata rapi. Saya tahu, untuk bisa merawat bunga, seseorang harus teliti dan konsentrasi. Maka saya tidak mau mencuri di situ, karena pasti pemilikinya rapi dan saya mudah ketahuan.”

”Lalu bagaimana dengan rumah nomor 2?”

”Di situ saya melihat banyak buku disusun rapi. Sangat tertata. Saya langsung tahu, pasti pemiliknya suka membaca. Orang yang suka membaca pasti orang yang cerdas dan tidak mudah pikun. Sehingga ia pasti tidak pernah lupa mengunci pintu. Maka saya tidak mau mengambil resiko untuk mencuri di tempat itu.”

”Hmmm, bagaimana dengan rumah nomor 3 ?”

”Nah, rumah itu nampak berantakan sekali. Sepatu ada di mana-mana, handuk tidak di tempatnya. Buku-buku berceceran. Saya segera tahu, pasti pemiliknya ceroboh sehingga saya tidak mudah ketahuan jika mencuri…..Kalau hari ini saya ketahuan juga oleh Polisi, ya itu karena kecelakaan saja. Hahahahaa.”

Nah,iblis juga suka dengan anak yang tidak mengandalkan TUHAN, yang ceroboh. Kalian mau hatimu dicuri iblis?

6. Percaya Penuh dan tetap Melekat

Kalian suka flying fox? Itu permainan bahaya kan? Tapi kalian tetap menikmati.Apa sebabnya?Karena kalian percaya sudah dilindungi oleh pembuatnya. Lho, siapa yang membuat? Pasti manusia kan?

Dengan manusia saja kita bisa percaya. Terlebih lagi dengan TUHAN.

Ada sebuah terowongan yang sempit, dan biasanya dilalui kereta api.

Terowongan ini panjang dan juga sering dibuat lalu lalang pejalan kaki. Sangat berbahaya, jika saat ada orang melalui terowongan ini, dan pada saat yang sama, di belakangnya kereta api juga muncul.

Untuk menghindari kecelakaan, maka dibuatlah lekukan-lekukan pada terowongan itu.

Sehingga jika mendadak kereta api muncul, orang bisa berlindung di terowongan itu.

Suatu hari ada kakak dan adik melalui terowongan itu. Umurnya kira-kira 10 tahun dan 5 tahun.Dan…….”tuiiiit tuiiit” kereta api muncul di belakangnya.

Karena tidak sempat berlari, maka sang kakak segera melekatkan adiknya ke lekukan itu dan kemudian ia sendiri mencari lekukan yang lain.

Ketika kereta api makin dekat, si adik makin panik dan berteriak:

”Kaaaaaaaaak, bagaimana ini? Aku pasti tergilas kereta.!!!!”

”Jangan takut, Dik, kamu harus tetepa melekat! Jangan beranjak! Tetap melekat!!! Kamu harus sabar, sebentar juga kereta apinya melalui kita. Tetap melekat yaaaa???”

Apa artinya, anak-anak? Kalau kita tetap melekat pada TUHAN, maka hambatan akan melalui kita dan kita selamat sampai tujuan.

Mari kita menyanyi :

Yesuslah penjagaku

Yesuslah kekuatanku

Yesuslah andalanku

Aku tak ‘kan………

(silakan diisi dengan kerinduan kamu, misalnya : nyotek, jahil, nakal,……..)

==============

Kami bangga Memiliki Allah sepertiMU

Kami bahagia Menjadi milikMu

Kami muliakan

Kami tinggikan

Kami agungkan

NamaMu Yesus

Kami bangga Memiliki Allah sepertiMU

Kami bahagia menjadi milikmu

Kami memuji

Kami menyembah

KepadaMU Yesus

=================================================================

saat Yesus menjadi andalanku
Yesus Andalanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: