“HOROR” –MEMBOSANKAN
Beberapa hari yang lalu, saya iseng melakukan jajak pendapat kecil mengenai pendapat orang tentang guru BK-nya. Hanya sebagian kecil yang mengatakan bahwa guru BK-nya menyenangkan karena tidak memberi PR yang menguras otak. Akan tetapi sebagian besar mengatakan, bahwa guru BK-nya sangat ‘menakutkan’. “Hah?Ngefans ke guru BK? Horor iya…” Begitu salah satu komentar dari mereka.
Ada juga yang berkomentar,”Beliau sangat mbosenin deh. Nge-bahas who am I melulu…”
Apa yang ada di benak kita, membaca komentar mereka? Pasti kita akan geleng-geleng kepala tidak setuju,bukan? Tapi, kita harus mencari penyebab guru BK tidak bisa menjadi idola.Saat seorang guru tidak disukai muridnya, semua pengetahuan yang ia katakan akan kabur bagai debu tertiup angin.
BERUNTUNG-BERSYUKUR
Tentu saja, kita tidak perlu berkecil hati membaca hasil jajak pendapat yang saya lakukan. Toh jajak pendapat itu dilakukan hanya iseng saja. Sebaliknya, kita perlu merasa bersyukur telah menjadi guru BK. Apa sebabnya?
Pada masa sebelum remaja, orangtualah yang paling berperan dalam mendidik anak. Sedangkan di masa setelah remaja (masa dewasa), umumnya karakter pribadi telah terbentu dengan kuat, sehingga orang lain tidak lagi kuat pengaruhnya.
Lantas, bagaimana dengan masa remaja? Pada masa ini, guru dan teman-temannya adalah orang yang sangat memegang peranan dalam kehidupannya.Maka sungguh beruntung jika kita diberi kesempatan untuk terlibat dalam kehidupan para remaja, sebagai pendamping maupun teman.
Dengan merasa beruntung, kita akan membantu remaja menghadapi krisis identitas dirinya dengan rasa syukur,gembira bahagia.
KABUR -BERHASIL
Menurut James Marcia, terdapat empat jenis identitas yang dimiliki remaja, yaitu :
- identity diffusion :saat remaja tidak mengalami krisis (tidak menimbang beberapa
alternatif) dan belum membuat komitmen tentang tujuan hidup
- identity foreclosure : remaja telah membuat komitmen namun belum mengalami krisis,
biasanya pada remaja yang memiliki orangtua otoriter
- identity moratorium : remaja mengalami krisis namun tidak ada komitmen
- identity achievement: : remaja mengalami krisis dan membuat komitmen
Dengan bimbingan orangtua dan guru BK, maka diharapkan remaja akan bisa membuat komitmen terhadap hidupnya berdasar pertimbangannya yang matang.
MASALAH-PELUANG
Berikut akan disampaikan mengenai beberapa masalah yang sering dihadapi remaja dan contoh jurus yang bisa kita lakukan.
|
PERMASALAHAN |
JURUS JITU/PELUANG |
| Tidak bisa memahami orang yang lebih dewasa | v Orang dewasa yang ‘turun’ ke jiwa remaja,karena orang dewasa pernah menjadi remaja
v Tidak tertipu dengan penampilan |
| Kurang percaya diri |
|
| Senang mencoba-coba | ü Arahkan dan bimbinglah mereka. Sebab sebenarnya remaja akan lebih percaya pada orang dewasa daripada temannya Ikecuali dalam hal penampilan fisik)
ü Beri “remote control”dalam hatinya |
| Dekat dengan teman sebaya/kelompok | Peer group counseling |
| Tidak nyaman dengan keadaan fisik | Jika berlanjut, hubungi dokter |
| Ketagihan pada sesuatu | Padatkan jadualnya, terutama kegiatan fisik |
| Tidak simpati/empati | Ajarkan mereka untuk berdiri pada sisi orang lain |
| Pacaran | Menjadi teman ‘curhat’ yang bisa mengarahkan dengan logis |
| Kebutuhan seksual | Sampaikan tentang seksual secara jelas, dengan ekspresi yang sama saat menjelaskan matematika |
|
PERMASALAHAN |
JURUS JITU/PELUANG |
| Suka petualang dan mudah bosan | Humor dan multi media |
| Suka meniru | Kita harus bisa menjadi panutan, karena anak manusia memang jago meniru jika dibanding mahluk lain. |
| Enggan berbincang dengan kita | Mulailah dengan pembicaraan yang ‘tidak berkualitas” namun dengan kuantitas yang cukup |
KONSELING-PENYULUH
Istilah konseling memang tepat diberikan untuk guru yang memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalahnya. Tetapi saya juga senang dengan istilah ‘penyuluhan”, yang memiliki kata dasar “sulu” atau penerang.
Semua orang, termasuk remaja, biasanya telah memiliki tujuan yang baik dalam hidupnya. Tujuan ini begitu nyata dan besar, seperti mercu suar yang nelayan lihat di laut. Namun jika tidak ada suluh-suluh di tepi pantai, nelayan akan tersesat.
Remaja pun demikian, jika tanpa Bapak/Ibu Guru BK, ia bisa tersesat jalan. Tugas kita dalah menyinari jalannya, dengan hati kita!
Selamat dan berbanggalah menjadi GURU BK !
Bapak/Ibu guru kami
Pandai menyanyi
Pandai bercerita, asyik sekali
Kami dibimbingnya dengan sepenuh hati
Jadi orang berguna di kemudian hari
*)Christine Wibhowo,S.Psi,MSi
http://www.facebook.com/christine.wibhowo
(dipresentasikan di UKDW, 15-10-2011)